Perasaan itu bagai bayu yang menyapa.....
Lembut damai menyusuk ke jiwa.....
Pertemuan itu walaupun hanya sekali.....
Semacam kesannya dihati.....
Tapi kenyataan yang wujud antara kita.....
Menghalang pertemuan kedua.....
Namun kata-kata, riak mata dan senyuman.....
Sentiasa di dalam ingatan.....
Mengapa harus berjumpa.....
Setelah kita berpunya.....
Kenyataan ini pahit rinduku luka yang perit.....
Mengingati dan memuja.....
Dari kejauhan saja.....
Kitalah orang ketiga.....
Tapi kenyataan yang wujud antara kita.....
Menghalang pertemuan kedua.....
Namun kata-kata, riak mata dan senyuman.....
Sentiasa di dalam ingatan.....
Yang membahagiakan.....
Mengapa harus berjumpa.....
Setelah kita berpunya.....
Kenyataan ini.....
Pahit rinduku luka yang perit.....
Mengingati dan memuja.....
Dari kejauhan saja.....
Kitalah orang ketiga.....
Mengapa harus berjumpa.....
Setelah kita berpunya.....
Kenyataan ini.....
Pahit rinduku luka yang perit.....
Mengingati dan memuja.....
Dari kejauhan saja.....
Kitalah orang ketiga.....
Mengapa harus berjumpa.....
Setelah kita berpunya.....
Kenyataan ini pahit rinduku luka yang perit.....
Mengingati dan memuja.....
Dari kejauhan saja.....
Kitalah orang ketiga.....
(Kitalah Orang Ketiga)
0 ulasan:
Catat Ulasan
Nota: Hanya ahli blog ini sahaja yang boleh mencatat ulasan.